MODUL 3.1.a.10. AKSI NYATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
Aksi Nyata Modul. 3.1.a.10.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI
PEMIMPIN PEMBELAJARAN
Oleh : SARMA HERLINA SIRAIT, S.PD
GURU SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM
CGP ANGKATAN-4
KAB. DELI SERDANG
AKSI NYATA PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM PERSIAPAN KEGIATAN DI BAWAH INI.
PEMBINAAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI TERHADAP PESERTA LABORAN TINGKAT SMP SEKABUPATEN DELI SERDANG 2021
Di SMP NEGERI 1 LUBUK PAKAM
1. Peristiwa ( FACT )
Latar Belakang Tentang Situasi Yang Dihadapi.
Akibat pandemic Covid-19 sejak tahun 2020 yang melanda negara kita Indonesia telah mengubah semua aspek kehidupan kita, tak terkecuali dengan bidang Pendidikan di Indonesia. Pembelajaran yang sebelumnya dilakukan dengan tatap muka berubah menjadi pembelajaran jarak jauh ( PJJ ). Dalam hal ini guru bekerja keras untuk menyampaikan bagaimana cara agar materi pembelajaran boleh berjalan dengan baik dan lancar.
Hal ini mengakibatkan laboratorium IPA di sekolah kami tidak pernah di huni oleh guru maupun peserta didik, akibatnya ruangan begitu kotor dan perlu dibenahi kembali. Pada saat itu berbarengan juga dengan kepala sekolah kami dipindahkan ke sekolah lain dan kami mendapat kepala sekolah yang baru yaitu Bapak Elfian Lubis S.Pd. M.Si pada bulan mei 2021 dan saya juga adalah guru yang baru dipindahkan ke sekolah ini pada bulan Oktober 2021, pada saat itu juga berbarengan dengan kegiatan laboran di Kabupaten Deli Serdang sedang yang akan diadakan pada bulan November 2021 sekaligus sekolah kami menjadi tuan rumah untuk zona enam (6).
Pada saat itu kami MGMP IPA rapat untuk pembagian tugas dan saya dipercayakan oleh teman sejawat menjadi kepala laboratorium di sekolah kami dan hai ini disampaikan kepada kepala sekolah. Dan kepala sekolah menyetujui hasil mufakat kami MGMP IPA. Nah untuk persiapan menghadapi kegiatan laboran yang akan di adakan pada 30 November 2021 saya punya tanggung jawab untuk kebersihan dan persiapan kegiatan tersebut. Banyak hal-hal yang harus dilengkapi dan dibuat. Seperti struktur organisasi laboratorium yang belum ada, Program Tahunan Laboratorium, Program Semester, Jadwal Kegiatan Laboratorium, Peraturan Untuk Guru, Peraturan Untuk Siswa, pengadaan gambar presiden dan wakil presiden untuk ditempelkan didinding, Penataan Ruangan, Penataan Alat, Penyimpanan Alat, Penyediaan Inventaris di Laboratorium , dan lain sebagainya. Tetapi yang menjadi dilema bagi saya pribadi adalah saya diperintahkan untuk menyumbangkan kipas angin satu buah atau menyumbangkan AC untuk laboratorium IPA dengana dana sendiri. Sementara itu biaya untuk pembuatan struktur organisasni dan lain sebagainya untuk keperluan laboratorium kami juga mengeluarkan dana sendiri hal ini benar-benar menjadi dilema bagi saya.
Berdasarkan latar belakang pada situasi tersebut di atas saya akan mengambil keputusan dengan menerapkan 4 paradigma dilemma etika dan 3 prinsip dilemma etika dan 9 langkah pengambilan keputusan sebagai berikut :
1. Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi tersebut?
2. Siapa yang terlibat dalam situasi itu?
3. Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut?
4. Melakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
a. Uji Legal : Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut?
b. Uji Regulasi : Apakah ada pelanggaran peraturan / kode etik profesi ?
c. Uji Intuisi : Berdasarkan perasaan atau intuisi apakah ada yang salah ?
d. Bila keputusan kita dipublikasikan ataupun viral, apakah merasa nyaman?
e. Apa keputusan yang diambil oleh panutan /idola dalam situasi ini.
5. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi itu?
6. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema etika , prinsip mana yang dipakai?
7. Apakah ada penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelummya untuk menyelesaikam masalah ini ( Investigasi Opsi Trilema )
8. Apa keputusan yang diambil
9. Melihat Kembali keputusan dan merefleksikannya
Alasan Melakukan Aksi Nyata
Aksi nyata merupakan kegiatan-kegiatan konkrit yang saya lakukan di sekolah yang terkadang di dalamnya mengandung unsur-unsur yang melanggar nilai-nilai yang kita Yakini sebagai insan yang berhati Nurani dan sebagai pemimpin pembelajaran. Dalam hal ini perlu dilakukan Langkah-langkah pengambilan keputusan yang baik. Dan saya harus dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil sudah tepat. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah keputusan tersebut telah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan secara etis.
Hasil Aksi Nyata Dengan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran dan Menguji Keputusan yang Diambil Dalam Dilema tersebut adalah sebagai berikut :
1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
Bila saya tidak membuat Struktur Organisasi Laboratorium dan tidak membuat jadwal kegiatan laboratorium, program tahunan untuk dipajang di dinding serta tidak menata alat dan memberi label bahan dan lain-lain hanya karena menggunakan dana sendiri saya merasa tanggung jawab saya sebagai kepala laboratorium sepertinya tidak bertanggung jawab. Di sisi lain kepala sekolah tidak mau memberikan atau mengeluarkan dana untuk hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas. Untuk membeli plastic pun untuk membungkus torso kami menggunaakan dana sendiri. Terlebih untuk pengadaan kipas angin saya diperintahkan untuk membeli satu buah, inikan seharusnya dapat dipergunakan dana BOS.
2. Siapa yang terlibat dalam situasi itu
Yang terlibat dalam situasi ini adalah kepala sekolah, saya dan rekan-rekan guru satu MGMP IPA, kepala laboratorium sebelum saya.
3. Fakta – fakta yang relevan atas situasi tersebut adalah
a. Kepala sekolah tidak mau mengeluarkan dana BOS untuk keperluan kelengkapan perangkat serta inventaris laboratorium .
b. Saya merasa bahwa dana yang saya miliki tidak diperuntukkan ke hal tersebut, tetapi untuk pengembangan diri saya sebagai guru yang profesional.
c. Hal-hal di atas sangat dibutuhkan, berhubung laboratorium IPA SMPN 1 Lubuk Pakam menjadi tuan rumah kegiatan laboratorium dan kegiatan tersebut dilakukan di ruang laboratorium. Sudah pasti ruang laboratorium menjadi pusat perhatian guru-guru IPA seDeli Serdang, yang menurut saya harus dapat dijadikan contoh untuk ke depannya.
4. Pengujian Benar atau Salah
a. Uji Legal :
b. tidak ada hukum yang dilanggar jika saya tidak melengkapi inventaris di dinding laboratorium.
c. Uji Regulasi / Standart Profesional
Jika saya tidak melengkapi kelengkapan laboratorium saya merasa tidak melanggar kode etik guru atau peraturan
d. Uji Intuisi
Saya merasa jika tidak melengkapi kelengkapan laboratorium saya merasa tidak professional sebagai kepala laboratorium. Dan merasa tidak melakukan tanggung jawab sebagai kepala Laboratorium. Sebab hal itu adalah merupakan tanggung jawab saya sebagai keplab.
e. Seorang idola saya akan bertindak professional dan akan mengeluarkan dana untuk keperluan kegiatan laboran di laboratorium sebab kegiatan ini sangat penting dan dalam hal ini kami tuan rumah kedatangan tamu dari guru-guru IPA zona 6 di Deli Serdang.
5. Pengujian Paradigma benar lawan benar
Paradigma yang terjadi dalam situasi ini adalah Kebenaran Lawan Kesetiaan (truth vs community) adalah benar jika saya tidak melengkapi inventaris laboratorium karena tidak diberi dana oleh kepala sekolah, tetapi jika saya berkorban menggunakan dana sendiri untuk keperluan laboratorium juga benar.
6. Melakukan Prinsip Resolusi
Dalam kasus ini prinsip yang dipakai adalah prinsip berpikir Berbasis Rasa Peduli. Karena saya peduli terhadap keadaan laboratorium yang sebenarnya.
7. Investigasi Opsi Trilema
Saya mencoba berkompromi dengan masalah ini dan saya menemukan sebuah penyelesaian yang kreatif di tengah kebingungan saya maka saya bersama dengan rekan guru satu MGMP berkolaborasi dan berbagi tugas dalam pengadaan inventaris laboratorium.
8. Buat Keputusan
Maka Keputusan yang saya ambil adalah saya membuat Struktur Organisasi Laboratorium, Program Tahunan, Jadwal Praktikum, Peraturan Untuk Guru, Peraturan Untuk Siswa, spanduk atau banner kegiatan di Laboratorium, pengadaan gambar presiden dan wakil presiden, Pelabelan alat dan bahan, buku tamu, buku kunjungan siswa, Daftar Hadir Siswa semua dibuat dengan dana dari kolaborasi MGMP. Tetapi pengadaan kipas angin atau AC tidak terealisasi.
9. Melihat Keputusan dan Merefleksikannya.
Setelah saya memutuskan untuk mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, maka keputusan yang saya ambil akan saya refeksikan kembali apakah sudah baik dan menguntungkan kepada semua pihak, apakah ada yang dirugikan, atau apakah sudah tidak memiliki resiko atau konsekuensi dari keputusan saya ini sudah baik hal ini saya kaji ulang dan memperhatikan bahwa keputusan saya telah tepat dan baik.

2. Perasaan ( Feelings )
Perasaan saya setelah melaksanakan ketiga aksi nyata pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran tersebut adalah saya merasa sangat senang melihat hasil kerja saya bersama rekan satu MGMP IPA di laboratorium IPA tersebut, karena hasilnya sangat baik dan sangat menginspirasi guru-guru IPA yang berada dalam zona 6 tersebut.
Dalam hal ini saya dituntut untuk mengambil keputusan sesuai dengan keyakinan saya tanpa melanggar kode etik ataupun peraturan maupun etika moral dan sopan santun yang merupakan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi daam mengambil keputusan. Permasalahan yang saya alami ini adalah situasi antara benar lawan benar atau paradigma kebenaran lawan kesetiaan (dilema etika ), maka keputusan yang diambil dalam situasi ini adalah berpikir berbasisi rasa perduli.
Berbagi Bersama rekan Guru, Program Tahunan Laboratorium, Jadwal Kegiatan Praktikum DLL.
3. Pembelajaran ( Findings )
Pembelajaran yang di dapat dari pelaksanaan keseluruhan aksi adalah dari keseluruhan proses pengambilan keputusan dimulai dari paradigma, prinsip, 9 langkah pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran maka saya harus dapat memastikan bahwa keputusan yang saya ambil sudah tepat dan efektif. Oleh karena itu perlu dilakukan pengujian keputusan sebagai pemimpin pembelajaran apakah keputusan sudah sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pengambilan keputusan. Hal ini sangat dapat dijadikan pengalaman dan pembelajaran yang sangat berharga sebagai pemimpin pembelajran. Dan untuk ke depannya setiap hal yang terjadi ketika saya mengalami dilema etika, maka saya akan belajar menerapkan 4-paradigma, 3-prinsip dan 9 langkah dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran untuk memutuskan pengambilan keputusan baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat.
4. Penerapan ke Depan ( Future )
Rencana perbaikan untuk Pelaksanaan di masa yang akan datang.
Saya akan selalu belajar menggunakan atau menerapkan 4-paradigma, 3-prinsip dan 9 langkah dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran untuk memutuskan pengambilan keputusan baik di lingkungan kerja maupun di masyarakat. Dengan denikian saya akan memiliki keterampilan dalam mengambil keputusan yang efektif, kreatif dan menguntungkan semua stageholder yang ada dan dapat bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.
Demikian aksi nyata saya ini saya lakukan, terimakasih salam guru Penggerak dan salam penuh semangat.






Komentar
Posting Komentar